50 TAHUN SATELIT PALAPA
Selamat Memperingati Hari Satelit PALAPA.
Tanggal 9 Juli diperingati sebagai tonggak sejarah telekomunikasi nasional, merujuk pada keberhasilan peluncuran satelit pertama Indonesia, Palapa A1, pada 9 Juli 1976. Proyek luar angkasa ini menjadikan Indonesia sebagai negara berkembang pertama yang mengoperasikan sistem komunikasi satelit domestiknya sendiri. Dinamai dari Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada, satelit ini sukses menjadi jembatan konektivitas yang mempersatukan nusantara dari Sabang sampai Merauke.
Sejarah Hari Satelit Palapa tidak dapat terlepas dari peluncuran Satelit Palapa A1 pada tahun 1979. Satelit ini yang menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi komunikasi Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan yang menghadapi tantangan dalam membangun jaringan komunikasi antar wilayah. Wilayah Indonesia yang sangat luas dan terpisah oleh lautan membuat kebutuhan terhadap sistem komunikasi sangat penting dan dibutuhkan disini.
Satelit Palapa menjadi bagian dari upaya Indonesia membangun sistem komunikasi satelit domestik yang mampu menjangkau wilayah Nusantara. Kehadirannya menandai langkah besar Indonesia dalam memasuki era komunikasi berbasis satelit. Dilansir laman resmi Universitas Djuanda, gagasan Satelit Palapa muncul ketika Presiden RI ke-2, Soeharto, memikirkan bagaimana cara berkomunikasi di seluruh wilayah RI yang luas dan dipisahkan perairan. Soeharto kemudian menugaskan Mayjen TNI Soehardjono dan Ir Sutanggar Tengker Yahya untuk mengurus ide satelit tersebut.
proyek satelit itu rampung dalam waktu kurang lebih 17 bulan. Dalam prosesnya, pemerintah menggandeng Hughes Aircraft Company dari Amerika Serikat untuk merancang sekaligus memproduksi satelit. Nama Palapa sendiri diambil dari Sumpah Palapa yang dicetuskan oleh Patih Gajah Mada dari Majapahit. Nama tersebut digunakan untuk lambang semangat yang menyatukan Nusantara melalui teknologi komunikasi.
Tanggal 9 Juli dijadikan Hari Satelit Palapa karena pada hari itu peluncuran Satelit Palapa A1 terjadi. Satelit pertama Indonesia ini diluncurkan oleh roket Amerika Serikat di atas Samudra Hindia pada 83 Bujur Timur(BT). Satelit Palapa memiliki makna yang sangat penting bagi Indonesia, yakni sebagai simbol yang mengandung kemajuan teknologi komunikasi Indonesia. Pada saat itu, membangun jaringan komunikasi sangatlah susah dengan Indonesia yang sangat luas dari Sabang hingga Merauke. Infrastruktur darat pun tidak mampu untuk menjangkau pulau-pulau kecil.
Dirujuk dari Universitas Djuanda, Indonesia menjadi negara pertama di Asia dan negara ketiga yang telah berhasil menjalankan Sistem Komunikasi Satelit Dosmestik (SKSD) menggunakan satelit Geostasioner setelah Amerika Serikat dan Kanada. Palapa A1 menjadi layanan awal yang mendukung awal mula telepon dan faksimili antarkota di Indonesia. Karena itu, Satelit Palapa tidak hanya menjadi perangkat teknologi tetapi juga simbol persatuan, kekuatan dan informasi Indonesia.
Palapa A1 adalah satelit komunikasi domestik pertama di Indonesia dan memiliki yang mirip dengan satelit domestik yang dipakai oleh Kanada dan Amerika Serikat karena dibuat oleh perusahaan yang sama, Hughes Aircraft Company, dengan model HS-333. Satelit Palapa A memiliki 12 transponder, kapasitas setara 6.000 sirkuit suara atau 12 saluran televisi warna, masa aktif hingga tujuh tahun, tinggi 3,41 meter, diameter 1,9 meter, dan berat peluncuran 574 kilogram. Satelit Palapa ini dikendalikan oleh PERUMTEL yang kini berubah menjadi TELKOM. Layanannya meliputi Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. ( 54n70)